Saat itu pada tahun 1938 tepatnya
tanggal 14 Februari, Bung Karno bersama keluarganya dibuang oleh Pemerintah
Kolonial Belanda ke Bengkulu. Begitu mengetahui kalau Soekarno yang merupakan
seorang pemimpin pergerakan nasional dibuang ke Bengkulu, Hassan Din yang juga
keturunan ke-6 dari Kerajaan Putri Bunga Melur ini langsung mencari kediaman
sang orator ulung dan terkenal ini. Selain itu Hassan Din juga mempunyai maksud
untuk mengajak Soekarno yang berpendidikan tinggi ini supaya mau mengajar di
sekolah Muhammadiyah di Bengkulu. Singkat cerita Hassan Din yang kala itu
berprofesi sebagai pedagang sayur akhirnya dapat bertandang ke rumah Bung Karno
di Bengkulu.
Dalam pertemuan pertama ini Hassan
Din mengutarakan maksudnya dan Bung Karno pun menyetujui untuk mengajar di
sekolah Muhammadiyah tersebut. Malahan Bung Karno mempersilahkan Din untuk datang
kembali jika ada waktu. Nah pada pertemuan kedua ketika datang ke rumah Soekarno, Fatmawati
mengenakan baju kurung merah hati dan kerudung kuning dengan hiasan bordir. Sehingga kelihatan cantik dikenakan Fatmawati yang berkulit kuning langsat itu.
Karena itulah Bung Karno yang telah beristri Inggit kala itu langsung jatuh hati
dalam pandangan pertama. Dalam percakapan saat itu muncul persoalan
sekolah Fatmawati, karena putri Hassan Din ini tidak sekolah lagi setelah
keluar dari kelas 5 HIS. Seiring perjalanan waktu Fatma semakin akrab dengan
keluarga barunya, khususnya dengan Soekarno sendiri. Soekarno mengenang Fatma
sebagai gadis cantik manis dan anggun.
Diam diam jiwa muda Soekarno kembali
bergelora. Seiring dengan perjalanan waktu Soekarno agaknya mulai mempunyai
perasaan yang lain terhadap Fatma. Kemudian Fatma demikian sapaan akrab putri Hassan Din ini ditawarkan oleh Ratna
Djuami untuk melanjutkan sekolah. Dan Fatmawati pun bersedia sehingga Hassan
Din menitipkan anaknya tersebut untuk tinggal bersama keluarga Soekarno. Hingga suatu hari, Soekarno berkata seperti ini kepadafatmawati :
“Begini, Fat. Sebenarnya aku sudah jatuh cinta padamu sejak pertama aku bertemu denganmu, waktu kau pertama kali ke rumahku dahulu pertama kali. Saat itu kau terlau muda untuk menerima pernyataan cintaku. Oleh sebab itu aku tidak mau mengutarakannya. Nah baru sekarang inilah aku menyatakan cinta padamu, Fat.”
“Apakah kau cinta padaku?”
Rupanya fatmawati pun juga mencintai soekarno.
“Begini, Fat. Sebenarnya aku sudah jatuh cinta padamu sejak pertama aku bertemu denganmu, waktu kau pertama kali ke rumahku dahulu pertama kali. Saat itu kau terlau muda untuk menerima pernyataan cintaku. Oleh sebab itu aku tidak mau mengutarakannya. Nah baru sekarang inilah aku menyatakan cinta padamu, Fat.”
“Apakah kau cinta padaku?”
Rupanya fatmawati pun juga mencintai soekarno.
Setiap
hari, surat cinta ditulis Soekarno kepada gadis manis itu. Sering juga kartu
pos bergambar dikirimkan dengan tulisan salam manis disertai gambar coretan
berbentuk seekor kumbang dengan bunga. Surat
cinta yang datang bertubi-tubi itu jarang dibalas Fatma. Selain melalui surat,
Fatma masih sering berjumpa dengan Soekarno dalam rapat-rapat atau acara di
masjid ketika Bung Karno memberikan ceramah. Bahkan sebelum meninggalkan Kota
Bengkulu, Putra Sang Fajar pun menyempatkan diri mengirimkan surat bagi pujaan
hatinya yang isinya agar Fatma diminta selalu untuk menunggu dirinya. Surat
tersebut dikirimkan lewat utusan Soekarno. "...bersabarlah. Aku
benar-benar mencintaimu. Kulihat dari pancaran sinar matamu, kau juga bersedia
menjadi istriku. Bagi dua insan yang saling mencintai, kesabaran ibarat embun
kerinduan sekaligus menjadi bukti kematangan iman kita, ".
Setelah
melalui proses perjalanan cinta yang berliku selama empat tahun, akhirnya
Soekarno bisa menikah dengan putri Hassan Din ini pada 1 Juni 1943, saat
Fatmawati berusia 20 tahun. Pernikahan Soekarno dan Fatmawati dilakukan jarak jauh
dengan posisi Fatmawati saat itu masih berada di Bengkulu dan Soekarno di
Jakarta. Melalui telegram, Soekarno meminta seorang teman untuk menjadi
wakilnya yaitu Opseter sardjono. Opseter mengunjungi rumah Fatmawati dan
menunjukkan telegram dari Soekarno tersebut. Orangtua Fatmawati menyetujui
gagasan itu. Pernikahan itu pun dilangsungkan dan keduanya akhirnya terikat
tali perkawinan.
Tentang Cinta Dan Kasih Soekarno dan Fatmawati
Menurut Dr. Sarlito W. Sarwono hubungan Soekarno dan Fatmawati ini adalah cinta dan kasih, ketika ketertarikan Soekarno dengan Fatmawati, Sifat gigih Soekarno tunjukan untuk dapat menikah dengan Fatmawati akhirnya tercapai,walau banyak lika-liku perjalanan. Menurut W. Sarwono Cinta memilik 3 unsur yaitu :
1. Keterikatan : Adanya perasaan hanya untuk bersama dia.
2. Keintiman : Adanya kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukan bahwa antara keduanya tidak ada jarak lagi.
3. Kemesraan : Adanya rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu.
Selain itu menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S Poerwadarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Cinta memegang peran yang penting dalam kehidupan manusia, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan keluarga dan pemeliharaan anak.
Cinta Menurut Agama Terbagi Menjadi 6 yaitu :
1. Cinta Diri
2. Cinta kepada sesama manusia
3. Cinta Seksual
4. Cinta Kebapakan
5. Cinta Kepada Allah
6. Cinta Kepada Rasul
Kemesraan
Kemesraan berasal dari kata dasar mesera yaitu, perasaan simpati yang akrab. kemesraan yaitu hubungan yang akrab baik antara pria dan wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan Soekarno ditunjukkan kepada Fatmawati yaitu :
1. Selalu mengirim surat terhadap fatmawati
2. Memperjuangkan cintanya disaat lika liku sedang adanya perang
3. Melakukan pernikahan walaupun dalam keadaan jarak yang jauh
Kasih Sayang
Dalam kehidupan berumah tangga kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan. kasih sayang merupakan pertumbuhan dari cinta. kasih sayang, dasar komunikasi dalam suatu kerluarga. Oleh sebab itu Soekarno dan Fatmawati benar-benar membangun kasih sayang terhadap keluarganya, dan juga terhadap anak-anaknya, dengan perasaan yang tulus.
1. Keterikatan : Adanya perasaan hanya untuk bersama dia.
2. Keintiman : Adanya kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukan bahwa antara keduanya tidak ada jarak lagi.
3. Kemesraan : Adanya rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu.
Selain itu menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S Poerwadarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Cinta memegang peran yang penting dalam kehidupan manusia, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan keluarga dan pemeliharaan anak.
Cinta Menurut Agama Terbagi Menjadi 6 yaitu :
1. Cinta Diri
2. Cinta kepada sesama manusia
3. Cinta Seksual
4. Cinta Kebapakan
5. Cinta Kepada Allah
6. Cinta Kepada Rasul
Kemesraan
Kemesraan berasal dari kata dasar mesera yaitu, perasaan simpati yang akrab. kemesraan yaitu hubungan yang akrab baik antara pria dan wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan Soekarno ditunjukkan kepada Fatmawati yaitu :
1. Selalu mengirim surat terhadap fatmawati
2. Memperjuangkan cintanya disaat lika liku sedang adanya perang
3. Melakukan pernikahan walaupun dalam keadaan jarak yang jauh
Kasih Sayang
Dalam kehidupan berumah tangga kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan. kasih sayang merupakan pertumbuhan dari cinta. kasih sayang, dasar komunikasi dalam suatu kerluarga. Oleh sebab itu Soekarno dan Fatmawati benar-benar membangun kasih sayang terhadap keluarganya, dan juga terhadap anak-anaknya, dengan perasaan yang tulus.
Komentar
Posting Komentar